Ada beberapa hal yang menyebabkan menurunnya kecepatan website, yaitu kerentanan pada sistem cache, optimasi query yang kurang baik (query yang dibuat situs di database), ukuran gambar (mengakibatkan website loading lebih lama), gzip compression yang dinonaktifikan, file JS/CSS yang tidak di-minify, dan lain sebagainya.

GTmetrix dan Google PageSpeed Insights adalah dua tool gratis yang bisa digunakan untuk mengetes performa website. Di GTmetrix sendiri, Anda bahkan bisa buat akun untuk mengetes situs dari lokasi, perangkat, atau bandwidth yang berbeda.

Sistem Cache

Cache menyimpan file di perangkat pengguna browser. Setiap kali pengguna mengakses situs tersebut, perangkat tidak perlu lagi mengunduh file dari server. Bagi yang membuat website menggunakan WordPress, bisa menggunakan plugin LiteSpeed cache. Semua layanan Shared hosting dan Cloud hosting dilengkapi dengan teknologi terbaru dari Litespeed.

Cara lain, tambahkan rule ini ke file .htaccess:

<IfModule mod_expires.c>

ExpiresActive On

ExpiresByType image/jpg "access 1 year"

ExpiresByType image/jpeg "access 1 year"

ExpiresByType image/gif "access 1 year"

ExpiresByType image/png "access 1 year"

ExpiresByType text/css "access 1 month"

ExpiresByType text/html "access 1 month"

ExpiresByType application/pdf "access 1 month"

ExpiresByType text/x-javascript "access 1 month"

ExpiresByType application/x-shockwave-flash "access 1 month"

ExpiresByType image/x-icon "access 1 year"

ExpiresDefault "access 1 month"

</IfModule>

Informasi selengkapnya bisa dibaca di panduan Leveraging browser cache.

Optimasi Query

Di sini, Anda harus benar-benar paham query website dan cara optimasinya. Anda hanya perlu mencari data yang penting atau membatasi hasil query. Untuk bantuan, gunakan tool seperti EverSQL atau berkonsultasi di forum terkait. Cek juga artikel berikut ini yang membahas beberapa hal penting.

Optimasi Gambar

Gambar bisa dioptimasi menggunakan tool di internet atau aplikasi editor foto/gambar di komputer. Untuk pengguna WordPress, install plugin WP Smush. Baca juga panduan tentang scaled gambar dan penggunaan gambar progressive JPEG, atau tutorial ini yang bisa diterapkan di WordPress.

Kami menyarankan Anda untuk memasang CDN (Content Delivery Network), misalnya Cloudflare. Fungsinya adalah untuk menyimpan file di beberapa server di berbagai negara. Nantinya pengunjung situs akan mengakses file salinan dan bukannya konten website. Pemasangan CDN juga akan memberi proteksi terhadap serangan DDoS dan sistem cache.

Apakah Anda menemukan jawaban?