Git adalah Version Control System yang digunakan untuk melacak perubahan di semua file. Tapi biasanya sistem ini digunakan untuk mengembangkan software. Selain dirancang untuk membantu kolaborasi antarprogrammer, Git juga dipakai untuk melacak perubahan di semua perangkat file.

Deployment

Untuk deploy repositori Git, klik Hosting -> Kelola -> GIT:

Di bagian Buat Repositori Baru, setup pengaturan deployment. Pastikan Anda memilih Alamat dan Branch Repositori yang benar. Jika tidak, deployment akan gagal. Biarkan kolom Install Path kosong, dan website akan di-deploy ke folder root akun (/public_html).

CATATAN:

  • Direktori install path tidak boleh memuat file atau folder apa pun. Jika tidak, deployment akan gagal.

Setelah Repositori Baru ditambahkan ke akun, Anda akan melihat empat tombol berikut:

  1. Untuk deploy repositori yang sudah dibuat.
  2. Untuk deploy proyek secara terus-menerus dan otomatis setiap kali Anda push commit baru ke repositori.
  3. Untuk menampilkan output build terbaru.
  4. Untuk menghapus repositori tertentu.

Bagaimana cara menggunakan URL Webhook?

URL Webhook bisa digunakan untuk Auto Deployment untuk menggabungkan branch Git tertentu. Nantinya Anda akan diberikan URL Webhook setelah mengeklik tombol Auto-Deployment.

Dengan Webhook, Anda bisa membuat atau setup integrasi sehingga Anda dapat terhubung ke event tertentu di Github. Apabila salah satu event ini dipicu (trigger), scenario akan mulai dijalankan. Webhook dapat digunakan untuk memperbarui external issue tracker, meng-update backup mirror, dan bahkan men-deploy server produksi (production server).

CATATAN:

  • Pada saat setup, Anda akan diberikan link eksternal tentang cara membuat URL Webhook. Fitur ini sangatlah berguna. Misalnya, jika file composer.json tersedia, composer update juga akan berjalan secara otomatis.
Apakah Anda menemukan jawaban?